Aku masih menunggu di terminal. meski pancaran mentari menyengat kulit hinga menjadikan peluh keringat bercucuran, namun aku mulai mencium aroma khas tubuhmu yang wangi. Kau mulai datang dan berdiri disampingku. Rambutmu yang hitam dan panjang tergerai bak iklan shampo, menambah kecantikan dalam dirimu. Tiap detik berlalu, dan kau pun mulai merasakan panas mentari yang membakar kulit dan rambut indahmu. Sayang... coba saja kau tak membiarkan rambut indahmu tergerai begitu saja, atau kau pakai pakaian yang menutup kulitmu, mungkin tak kan begitu terasa panas.batinku dalam hati.
Bis itu datang. Kami semua mulai masuk ke dalam dan aku hanya bisa menjagamu dari belakang. Kali ini kau nampak mulai gusar. Kau mulai tak nyaman dengan pandangan pria disampingmu. Sebisanya Kau berusaha menarik rok pendekmu dari bagian belakang. Tapi kau tak sepenuhnya merasa tenang, bahkan kau mulai menarik rok dari bagian depan untuk mengimbangi. Sudah kubilang kan..... harusnya kau tak memakai pakaian yang lebih pantas dipakai adikmu, tapi kau juga tak berusaha mengerti.
Aku menghela nafas dengan berat. Kali ini dompetmu terjatuh dari tanganmu. Aku pun tak tega melihatmu harus berjongkok dan membiarkan pinggulmu terlihat, makanya aku berusaha mengambilkannya untukmu. Senyummu terulas dengan begitu indah menambah rona kecantikan pada dirimu dan kata terimakasih yang kau pilih untuk kau sampaikan padaku. Aku tak mampu berkata apa-apa selain membalas dengan senyum yang sama. Aku masih tak tega melihatmu gelisah, tapi aku hanya bisa tertegun memandangmu.
“kiri pak.” Katamu mengejutkan ku. Kau turun dengan hati-hati. kemudian bis mulai melaju dan menjauhkan pandanganku darimu.
Hmm... itu lah cuplikan kecil akan banyaknya fenomena budaya barat disekitar kita. Coba aja semua cewek memakai adat timurnya serta menerapkan sifat malu, Pasti nggak akan ada kejadian yang dialami cewek seperti cerita diatas dech. Toh, emang kenyataannya sesuatu yang nggak sesuai dengan pribadi kita pasti akan terasa nggak nyaman. Pakaian itu kan selain sebagai pelindung tubuh juga sebagai identitas pribadi seseorang. Seperti pepatah jawa mengatakan “ajining rogo ono ing wusono”( orang dipandang itu melalui penampilannya ). Kalau kita mau jaga kehormatan kita, so pasti orang bakal melakukan hal yang sama. Iya nggak?!
Dalam Islam sendiri, nggak ada tuh ceritanya pakai pakaian yang menampakkan tubuh karena Islam sendiri adalah agama yang nyaman dan mudah. Aturan yang dibuat terhadap pakaian yang kita kenakan pun nggak ngasih kita kesulitan. Bahkan terasa lebih menjaga kita dari berbagai gangguan, seperti ; panas matahari yang menyengat, udara yang dingin, gangguan binatang atau serangga seperti nyamuk, maupun pandangan nakal dari cowok nggak karuan. Ups.... maaf bagi yang merasa, hehehe.
Dan yang perlu kita ketahui bahwa lapisan atmosfir di bumi itu udah semakin tipis, sehingga panas matahari yang sampai ke bumi bisa menimbulkan penyakit kanker kulit akibat pancaran sinar ultra violet maupun sinar radio aktif. Makanya, pakaian yang tipis dan masih menampakkan bagian tubuh itu bisa mendatangkan penyakit bagi pemakainya. Bahaya kan?! Selain pakaian tipis dan terbuka, pakaian yang ketat juga memberikan dampak negative pada tubuh. karena, sistem peredaran darah tubuh mengalami penekanan sehingga aliran darah menjadi tidak stabil dan dapat menyebabkan gangguan pada organ-organ vital.
Huft.....bahaya banget deh pokoknya. Itu lah mengapa Allah melarang hambaNya memakai pakaian yang menampakkan tubuh maupun sejenisnya. Yach…meskipun banyak orang yang mencibir kalo cewek berjilbab itu jadul lah, ga modis dan sebagainya. Eits… jangan salah !! karena pakaian gaul ala Islam juga dah banyak yang beredar. Bahkan dengan pakaian taqwanya itu lebih tampak anggun dan cantik. Siapa yang nggak mau?!
Muslimah Kaffah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar